Gresix.com - Info Terkini Seputar Gresik: Teknologi
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Desember 2020

Banser Cerme Datangi Pelaku Penghinaan Terhadap Gus Dur


Gresix.com - Media sosial kembali Menyesatkan salah satu warga yang awam tentang agama dan Negara. Salah satu warga Gresik yang bernama Wahyu yang sering menonton Youtobe dan ngaji melalui media online yang tidak jelas sumber dan sanad keilmuannya, menjadikan Wahyu terbawa pemikiran yang salah tentang Gus Dur. Bahkan melakukan penghinaan kepada Salah satu tokoh Bangsa Kharismatik yang menjadi Guru dan Kyai warga NU khususnya yaitu Al Maghfurllah KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Melihat penghinaan yang dilakukan tersebut sejumlah Banser Cerme memburu pelaku hingga malam hari ini bisa ditemui di salah satu tempat dikecamatan Cerme untuk Tabayyun atas komentar yang Berani beraninya  menghina Gus Dur.

" Kami tidak bisa menerima Hinaan kepada Gus Dur yang telah dilakukan dalam Komentar Facebook, hal ini sangat menyinggung perasaan kami Ansor Banser Cerme, maka kita ajak Tabayyun malam ini, kita minta pertanggungjawaban atas komentarnya tersebut " ucap Kaji Aan Banser Cerme.

Dengan rintikan hujan tidak menyurutkan semangat sahabat Banser untuk menuju Lokasi Tabayyun yang sudah dikonfirmasi sebelumnya kepada yang bersangkutan. Ada 6 Banser yang menemui Wahyu yang telah diketahui identitasnya sebagai pelaku penghinaan kepada Gus Dur.

Hasil Tabayyun pelaku mengakui atas kesalahan yang telah dilakukan melalui Komentar Facebook tersebut.

" saya mengaku salah atas perbuatan saya, atas perbuatan saya ini, saya juga dikucilkan dilingkungan keluarga, sampai disuruh istri saya tidur diluar rumah. Sekali lagi saya mohon maaf kepada seluruh keluarga besar NU, atas komentar saya yang menghina Gus Dur, saya sangat menyesal sekali. Mohon untuk dimaafkan. Hal itu terjadi karena saya yang masih sangat awam tentang NU dan Gus Dur. Saya ngerti nya dari Vidio nya habib Rizieq saja. Sekali lagi saya mohon maaf. Saya berjanji tidak akan mengulangi lagi, kalau saya mengulangi lagi saya siap untuk diproses secara Hukum ". Ucap Pelaku.

Kamis, 03 September 2020

Apple dan Google Kembangkan Sistem Aplikasi Pelacak COVID-19 Baru

Apple dan Google Kembangkan Sistem Aplikasi Pelacak COVID-19 Baru

Apple dan Google kembali mengenalkan perkakas software pelacak penyebaran virus COVID-19, kali ini ialah versi yang lebih baru yang dikembangkan sebagai perpanjangan dari framework aplikasi contact tracing yang sudah diluncurkan April 2020 lalu.

Sistem baru yang diciptakan oleh Google dan Apple ini, bukan merupakan software utuh yang langsung dapat diunduh di Play Store atau Apps Store, tetapi framework guna pengembang software membuat software pelacak COVID-19 cocok kebutuhan.

Framework baru ini memungkinkan otoritas kesehatan di sebanyak negara membuat software pelacak COVID-19 dengan lebih sederhana, lumayan dengan menata framework dasar sesuai keperluan mereka.

Aplikasi tersebut disebut Apple dan Google, bakal lebih mudah dipakai dan lebih cepat mengucapkan notifikasi andai pemakai terkena virus COVID-19 (Exposure Notification Express).

Aplikasi yang diciptakan berdasar framework contact tracing yang sudah diluncurkan sebelumnya, dinamakan tidak bakal terganggu oleh framework baru ini.

Framework ini pun membantu mencegah supaya aplikasi yang dikembangkan di masa mendatang menjadi lebih rumit,

Dengan menciptakan framework baru yang lebih apik dan terstruktur, software yang diciptakan dengan framework ini dapat memunculkan notifikasi (Exposure Notifications Express) berhubungan virus corona.

Exposure Notifications Express juga dapat menjadi pelengkap software contact tracing yang dikembangkan otoritas kesehatan sebuah negara, dengan tetap tidak mengorbankan ketenteraman dan privasi pemakai.

"Sebagai tindak lanjut, kami hendak otoritas kesehatan lebih gampang dan cepat dalam memakai sistem Exposure Notifications, tanpa mesti menciptakan dan mengurus software sendiri," kata Google dan Apple dalam suatu pernyataan.

Nantinya sistem baru ini akan terdapat untuk smartphone yang menjalankan OS Android 6.0 Marshmallow atau yang lebih baru.

Sementara, guna pemakai Apple, sistem ini bakal disebar guna smartphone yang telah menjalankan iOS 13.7 ke atas.

Sebelumnya pada April 2020 lalu, Apple dan Google pun telah mengenalkan sistem pelacak virus corona yang dinamakan dengan contact tracing.

Sistem tersebut berwujud Application Programming Interface (API) yang kompatibel dengan platform Android maupun iOS. API berikut yang dipasang di software badan kesehatan masyarakat negara setempat.

Sistem itu bekerja memakai konsep contact tracing, dengan melacak seluruh pemakai yang pernah saling berdekatan, memakai Bluetooth di smartphone.

Data pelacakan tersebut nantinya akan dikoleksi dan bisa diakses oleh otoritas kesehatan, untuk lantas memberikan peringatan ke smartphone pemakai yang pernah berdampingan dengan pasien positif.

Namun, ketika itu, dari 25 negara, melulu 6 yang benar-benar merealisasikan sistem pelacak virus corona yang diciptakan oleh Google dan Apple.

Sebab, 19 negara lainnya mengalami tantangan teknis dalam membina dan mengembangkan API tersebut.

Terlepas dari urusan itu, CEO Association of Public Health Laboratories (APHL), Scott Becker menuliskan bahwa Exposure Notifications Express (ENE) dapat menolong otoritas kesehatan tanpa mesti membuat software dan menyiapkan server secara manual.

"Solusi laksana EN Express dapat meminimalisir beban mereka guna tidak terlampau memikirkan tidak sedikit persyaratan guna membuat software dan menyiapkan server," kata Becker, dihimpun The Verge.

Saat ini, baru terdapat empat negara unsur di Amerika Serikat (AS) yang menyokong proyek framework baru ini, yakni Maryland, Nevada, Virginia, dan Washington DC.

"Kami mengapresiasi kerja sama Apple dan Google dalam mengembangkan sistem ini. Kami bercita-cita sistem ini bisa segera diterapkan di Maryland," ujar Larry Hogan, Gubernur Maryland.

Sabtu, 25 April 2020

Begini Cara Merubah Kuota RuangGuru Dan Ilmupedia Telkomsel 30GB Menjadi Reguler

Bagi sobat semua pelanggan telkomsel  akan mendapatkan kuota ruang guru dan ilmupedia ini. untuk sobat yang belum mengklaim kuota ini sobat bisa mengaktifkanya melalui aplikasi mytelkomsel.
Cara Merubah Kuota RuangGuru Dan Ilmupedia Telkomsel 30GB Menjadi Reguler


Kuota yang didapatkanpun terbilang cukup banyak yaitu sebesar 30GB RUANG GURU masa aktif 30 hari dan 30GB Ilmupedia masa aktif 30 hari, jadi jika dijumlahkan kuota yang bisa kita dapatkan adalah ssbesar 60GB.

Untuk harganya kuota ruang guru dan ilmupedia ini adalah Rp.0 (gratis) anda tidak akan dipungut biaya sedikitpun jadi bagi sobat yang belum mendapatkan kuota ini silahkan aktifkan melalui aplikasi mytelkomsel.

Oke, kembali lagi ke topik utama yaitu Cara Merubah Kuota Ruang Guru Dan Ilmupedia Telkomsel 30GB Menjadi Reguler kali ini admin akan menggunakan aplikasi Psiphon Pro.

Aplikasi yang satu ini memang aplikasi yang super ajaib karena aplikasi ini memang banyak digunakab oleh para gretongers untuk mengubah kuota yang bukab kuota utama (kuota reguler) seperti kuota maxtream, omg, chat ( telkomsel ), iflix ( XL Axiata ), Game ( Axis ) dan masih banyak lagi kuota lainya.

Oke bagi sobat yang ingin mencoba trik ini langsung saja simak tutorialnya dan ikuti langkah-langkahnya dibawah ini.

Setting Psiphon Pro Ubah Kuota Ruang Guru Dan Ilmupedia 30GB Telkomsel


  • Install Aplikasi Psiphon Pro
Langkah yang pertama silahkan anda install aplikasi psiphon pro di google playstore.

Jika sudah terinstall untuk mendapatkan kecepatan yang stabil dan fast connect admin menganjurkan untuk mengupgrade (trial) aplikasi psiphon pro.

  • Setting APN
Langkah selanjutnya silahkan sobat setting APN di pengaturan smartphone sobat untuk settinganya silahkan baca di bawah ini


Nama : ruangguru
APN  : ruangguru.com
Proxy : kosong
Port    : kosong
Nama pengguna : kosong
kata sandi : kosong

Nama : AHA
APN : aha
Proxy: kosong
Port: kosong

Nama Pengguna : kosong
Kata Sandi : kosong

Nama : Telkomsel
APN : internet
Proxy: kosong
Port : kosong
Nama Pengguna : web
Kata Sandi : 123


  • Setting Psiphon Pro
Langkah selanjutnya silahkan anda buka aplikasi psiphon pro dan setting seperti di bawah ini


pilih menu opsi
  1. ✓ alihkan sambungan seluruh perangkat ( perlu 4.0 + )
  2. ✓ aktifkan time ours untuk internet yang lambat
  3. server pilih best performance atau juga menggunakan server lain pilih sesuai keinginan
  4. kembali ke HOME dan pilih MULAI
  5. jika susah konek silahlan on/off data atau mode pesawat terlebih dahulu
  6. ulangi sampai berhasil terhubung
  7. siap digunakan untuk mengakses semua aplikasi dan bisa juga digunakan untuk mengunduh di google playstore atau yang lain.

Bagaimana sobat cukup mudah bukan, sekarang anda bisa menggunakan kuota ruang guru dan ilmupedia ini di semua aplikasi tidak hanya di aplikasi ruang guru saja.

mungkin sampai disini dulu informask yang dapat admin sampaikan untuk sobat yang semua yang mungkin mempunyai informasi tambahan seputar Cara Merubah Kuota Ruang Guru Dan Ilmupedia Telkomsel 30GB Menjadi Reguler bisa membagikanya di kolom komentar.

Kamis, 16 April 2020

Begini Cara Manfaatkan WhatsApp Saat Work From Home Selama Pandemi Corona

Imbauan pemerintah guna beribadah, belajar, serta bekerja dari lokasi tinggal atau Work From Home (WFH) demi memutus penyebaran virus corona jenis baru COVID-19 berlaku sudah nyaris sebulan. 
Cara Manfaatkan WhatsApp Saat Work From Home

Sejak pemberlakuan aturan dan kepandaian WFH, pemakaian telepon genggam pasti saja meningkat, salah satunya pemakaian software WhatsApp yang naik 40 persen di kalangan pemakai umur 18 hingga 34 tahun. 

Data itu menurut penelitian dari Kantor Berita Antara yang mengutip WhatsApp Indonesia dalam penjelasan persnya, Kamis (16/4/2020). 

Fitur di WhatsApp yang dapat digunakan guna menunjang bekerja dari lokasi tinggal atau work from home sejumlah diantaranya sebagai berikut: 

1. Menandai pesan urgen 

Saat WFH atau bekerja dari rumah, mayoritas koordinasi berhubungan pekerjaan dilaksanakan melalui software pesan instan sebab tidak dapat bertemu langsung untuk sedangkan waktu. Agar pesan-pesan urgen tidak terlewat, tandai dengan fitur bintang baik guna obrolan individu maupun di grup. Bagi HP, ketuk dan tahan pesan yang hendak ditandai, lantas pilih ikon bintang yang terdapat di sudut kanan. Cara ini pun berlaku guna menandai pesan berupa lampiran potret dan dokumen. Sedangkan saat memakai desktop, pilih dan klik pesan yang hendak ditandai, kemudian klik pesan berbintang, dan selesai. 

2. Sesuaikan notifikasi 

Saat sedang bekerja, pemakai dapat menerima tidak sedikit sekali notifikasi pesan WhatsApp yang masuk sehingga barangkali mengganggu konsentrasi. Gunakan notifikasi khusus guna grup atau obrolan individu sesuai dengan prioritas pemakai. Jika perlu, bisukan (mute) grup atau obrolan individu. 

3. Menyematkan obrolan 

Grup kantor atau yang sehubungan dengan kegiatan mungkin membutuhkan respons yang lebih cepat sekitar periode bekerja dari rumah. Gunakan fitur untuk mencantumkan obrolan sampai-sampai kolom obrolan tidak jarang kali berada di urutan teratas. Bagi HP, ketuk dan tahan obrolan yang hendak disematkan, lantas ketuk sematkan atau pinned, jendela obrolan akan tidak jarang kali berada di urutan teratas. Sementara guna desktop, klik kiri di kolom obrolan, lantas pilih pin chat, otomatis obrolan bakal berada di urutan sangat atas dan selesai.

500 Ribu Lebih Akun Zoom Curian Dijual di Pasar Gelap Internet

Platform video conference Zoom tersandung masalah. Kali ini, lebih dari 500.000 akun Zoom diadukan bocor dan dipasarkan di pasar gelap dunia maya, atau biasa dinamakan dengan dark web. Hal ini diketahui menurut temuan teranyar dari firma ketenteraman siber Cyble. Dalam laporannya, Cyble menuliskan bahwa ratusan ribu akun Zoom hasil curian ini dipasarkan di forum peretas di dark web dengan harga selama 0,0020 dolar AS (Rp 31) untuk setiap akun.


Bahkan, terdapat yang menawarkan beberapa akun itu secara gratis demi mendulang popularitas di forum tersebut. Dark web sendiri ialah bagian internet yang tidak terindeks mesin pencari dan harus diakses dengan browser khusus.

Cyble melanjutkan, ratusan ribu akun Zoom yang sudah terekspos ini diduga dijebol menggunakan kiat credential stuffing dengan memanfaatkan perangkat peretas pihak ketiga yang masih belum diketahui. Credential stuffing ialah metode pembobolan akun mengandalkan informasi atau data sensitif yang sebelumnya telah terekspos. Artinya, andai akun e-mail inilah kata sandi (password) pemakai telah bocor di internet, maka sang peretas dapat memanfaatkannya pulang untuk menjebol akun dengan password serupa yang tercatat di platform lain, dalam urusan ini Zoom. 

Guna menghindari hal-hal yang tidak diharapkan seperti credential stuffing, terdapat baiknya pemakai internet menggunakan kata sandi yang bertolak belakang di masing-masing platform atau layanan yang digunakan. Gaet firma intelijen Menanggapi urusan tersebut, pihak Zoom menuliskan bahwa pekerjaan pembobolan akun semacam ini (credential stuffing) sebenarnya tidak sedikit terjadi pada penyedia layanan di internet.

"Pihak Zoom menyatakan bahwa mereka sudah mengerjakan langkah-langkah untuk mencari informasi lebih lanjut berhubungan masalah ini". BleepingComputer, Rabu (15/4/2020).

Teknologi

Politik

Sosial